Aneh...! Mba mba China Usir Pengurus Muhamamadiyah ini dari Masjid Raya Daan Mogot.

Loading...
Aneh...! Mba mba China Usir Pengurus Muhamamadiyah ini dari Masjid Raya Daan Mogot.

Publik RI-
Bisa jadi terbilang aneh, bangunan ibadah milik umat Islam tetapi kemudian tidak diperkenankan untuk masuk. Yang lebih aneh lagi, saat diperbolehkan masuk oleh petugas keamanan, tetapi tiba-tiba diusir oleh wanita etnis Cina dengan alasan mesti ijin ke Pemprov DKI.

Berikut kronologis atau penuturan dari yang bersangkutan, yakni Muztafa Nahrawardaya melalui akun Twitter pribadinya:

"Pak Jokowi, saya kemarin ke masjid Raya di Daan Mogot. Awalnya diterima dengan baik-baik, tapi kok tiba-tiba suasana jadi tegang, ya? Ada apa? Di awal kunjungan saya ke masjid Raya itu, tidak ada interogasi macam-macam dari para pengaman proyek. Disuruh masuk saja. Alhamdulillah.

Apalagi saya sudah mengenalkan diri sebagai pengurus Muhammadiyah. Satpam tampak welcome banget. Saya kira di muslim. Beberapa orang berseragama PNS tampakramah menyalami saya. Menunjukkan beberapa bagian masjid. Begitulah suasana di Rumah Allah.

Dari halaman masjid sampai dengan lantai satu jelas terlihat puluhan orang amsih nambal sana sini. Kesibukkan luar biasa. Rumah Allah. Saya baru dibuat kaget ketika dari sebuah ruangan, ada beberapa mbak-mbak Tionghoa/Chinese tiba-tiba terlihat waspada, memeloti saya.

Salah satu mbak-mbak Tionghoa/Chinese berkacamata tiba-tiba mengejar saya dan menginterogasi. Nanya latar belakang, asalnya dan lain-lain. Mbak-mbak Tionghoa/Chinese yang mengaku bernama Vivi ini kemudian meminta saya menjelaskan asal usul kok bisa masuk masjid.

Lalu saya jelaskan bahwa kami dari Muhammadiyah dapat undangan hadir ke masjid itu pada Ahad (16/04). Sekarang mampir lihat-lihat. Yang bikin kaget, mbak-mbak Tionghoa/Chinese ini bertanya pada saya: 'Apaan itu Muhammadiyah?' Hehe. Mendengar ini, saya eneg.

Yang bikin mules lagi pernyataan Vivi berikutnya: 'Asal Bapak tahu ya, Bapak harus dapat ijin dari Pemprov'. Tiba-tiba Satpam mendatangi saya dan menuntun saya agar segera keluar. Saya dianter sampai jalan. Tapi ya sudahlah." [Publik RIvic]
Loading...