Ternyata Baru Empat dari 245 Proyek Strategis Jokowi yang Rampung

Loading...

Baru Empat dari 245 Proyek Strategis Jokowi yang Rampung

Pemerintah mengaku, hingga kini baru menyelesaikan empat dari total 245 Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dari keempat proyek tersebut, tiga diantaranya merupakan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dengan investasi Rp415 milyar dan satu jalan tol akses Tanjung Priok senilai Rp 6,7 Triliun.

Sementara itu, 147 proyek tercatat masih dalam tahap konstruksi, sembilan proyek dalam tahap transaksi, dan 87 proyek dalam tahap penyiapan.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017, terdapat 245 proyek yang masuk dalam daftar PSN. Proyek-proyek tersebut mencakup sektor infrastruktur, sektor ketenagalistrikan, dan industri pesawat terbang. Total nilai seluruh proyeknya mencapai Rp4.417 triliun.

Deputi Bidang Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Wahyu Utomo menjelaskan, ke-87 proyek yang masih dalam tahap penyiapan tersebut diharapkan mendapat pendanaan selambat-lambatnya di akhir 2018 nanti.

"Kan semua masih dalam penyiapan. Kami akan coba dengan tender melibatkan pihak swasta/Public Private Partnership (PPP) misalnya," ujar dia di Jakarta, Kamis (14/12).

Wahyu menambahkan, ke-87 proyek tersebut akan mulai dilelang pada awal tahun depan. Ia juga berharap di akhir tahun 2018 sudah mencapai tahap pemenuhan pembiayaan (financial closing).

"Tapi biasanya financial closing juga kan cukup cari waktu sekitat 6 bulanan sehingga belum bisa konstruksi. Kecuali pemenangnya sudah ditetapkan dan dia memulai dengan dana ekuitasnya, itu bisa konstruksi," tutur Wahyu

Wahyu pun mengku khawatir ke-87 proyek yang masih dalam tahap penyiapan tersebut tidak kunjung rampung sampai akhir 2018 nanti.

"Kalau akhir 2018 belum ada pemenangnya ini yang akan kami laporkan ke Presiden apakah dikeluarkan atau tetap dipertahankan dalam PSN," terangnya. (CNN)
***

JADI... Selama ini berita-berita ngresmiin INI ngresmiin ITU, itu proyek siapa? pembangunan era sebelumnya?
Loading...